INDAHNYA
MENGHARGAI
Suatu hari diterik matahari
terjadilah percakapan antara pedagang
Pedagang :Sawo, salak,
sepet, sikat.
Lewatlah calon mahasiswa baru bersama keluarganya datang dan
bertanya sang ayah kepada salah satu pedagang menanyakan letak kampus.
Ayah : Dek , tau kampus stain tidak
(dengan suara lantang)
Pedagang : (dengan penuh ketakutan ) ngertos pak
ting mriko panjenengan lurus mawon :mengkeenten wande, namine jusi mart
panjenengan belok kanan , ngih mriku stain metro.
Ayah : Bilang dari tadi ngomong aja
belepotan.( sembari meninggalkan tukang tahu bulat)
Pedagang : wong kae ki, mau tekon, opo malaki to, tekon kok
bentak-bentak.
Sang ayah pergi berlalu bersama keluarganya pergi menuju kampus.
Namun di perjalanan mereka diganggu oleh
sekawanan penjahat.
Penjahat :
Cewekkk!!! Mau kemana buru-buru amat? Abang anter mau?
Anak : apa sih
sok kenal! ( dengan judesnya)
Bapak : Ga usah ganggu-ganggu anak saya,
dasar pemuda-pemuda madesu. ( dengan wajah :songong)
Penjahat
: Songong ni orang tua. Udah
kita apain mreka(sembari menodong sang bapak)
Teman
preman” habisin aja bos
Ibu : yah ayah tolong-tolong (
terjadi pertikaian antara ayah dan preman).
Lewat lah sekawanan anak pramuka yang ingin brangkat latihan pramuka,
dan melihat ada pertikaian dari kejauhan.
Pramuka :stop-stop.... ada apa, kok ribut-ribut..
Preman ; gak usah ikut campur lo.
Pramuka ; maaf bang bukan nya kami ingin ikut campur apa
tidak sebaiknya . kita bicarakan dengan baik-baik.
Preman :kok lo malah ngelunjak. Kalian brani
lawan kami?
Pramuka :kami tidak
takut tapi sebaiknya kita bicarakan baik-baik.
Preman
: Dah lo pergi aja dari pada
ntar lo nangis. ( :seraya mengancam)
Pramuka
:maaf kami tidak
takut dengan pemuda seperti kalian.
Penjahat :ohhhh kalian nantangin kami. Oke
maju kalau gitu. (seraya menyerang sekawanan preman)
Terjadilah pertikaian hebat antara pramuka dengan kawanan penjahat.
Hingga akhirnya pertarungan dimenangkan oleh kawanan pramuka.
Pramuka : adx ga papa kan ?( seraya
mengulurkan tangan untuk membantu berdiri gadis cantik sambil tersenyum)
Anak : trimakasih ya. Kamu hebat ,
kamu baik-baik sajakan. (seraya memandang kagum dan terpesona)
Ibu :nak kamu baik-baik saja kan.
(Sabmil bertindak kuatir).
Anak ‘ iya bu saya baik- baik saja
Pramuka :( melihat bapak dan pergi
menolongnya.)” bapak tidak papa.?
Bapak : iya nak . bapak tidak papa
Pramuka : Maaf pak kalau kami boleh tau bapak
hendak pergi kemana? Mungkin kami bisa membantu?
Bapak : begini nak bapak ingin mengantar
anak bapak ke STAIN. (berkata dengan suara yang lantang)
Pramuka : owh begitu, mari kami antar pak.
Bapak : kenapa tidak dari tadi kamu
datang menolong nak kan begini lebih mudah ( sambil tersenyum bangga)
Dan
akhirnya keluarga tadi diantar oleh sekawanan anak-anak pramuka. Untuk menuju
kampus.
Pramuka : nah ini pak kampus STAIN tercinta
kami .kalau bapak ingin mendaftarkan anak bapak di situ tempatnya.
Ibu : trimakasih ya nak atas
bantuanya.
Bapak : trimakasih ya, kini kami
sekeluarga bisa sampai berkat bantuan kalian.
Pramuka : iya pak sudah seharusnya kami
menolong, saat yang lain butuh bantuan. Kalau begitu kami mohon maaf, hanya
bisa membantu sampai disini. Dan kami akan melanjutkan latihan.
Bapak
: iya nak trimakasih,
hati-hati dijalan.
Berlalulah kawanan pramuka pergi namun ditengah jalan mereka
bertemu kembali dengan kawanan penjahat, dan mereka pun meminta maaf pada anak
pramuka mereka pun menyampaikan pada anak pramuka bahwa mereka bangga.
Preman :woy kalian sini-sini.
Pramuka : ada apa bang ? maaf soal yang tadi
kami hanya menjalankan apa ang harus dilakukan , jadi kami semua meminta maaf.
Preman : owhhh ia tidak papa , kami juga
minta maaf tak seharusna kami seperti itu, kami bangga dengan anak-anak pramuka
, masih muda seperti kalian tapi punya jiwa patriot. Kami berharap semua pemuda
bisa seperti kalian,. ( merekapun bersalaman, dan berpelukan. Semua damai dan
saling memaafkan.
Pesan budaa yang disampaikan adalah walau kita beda bahasa beda
suku beda prilaku, namun kita hidup dalam satu tanah satu air yang terwadah
dalam nama indonesia dan persatuan bhineka tunggal ika.

No comments:
Post a Comment