Saturday, February 25, 2017

pramuka punya cerita



INDAHNYA MENGHARGAI


Suatu hari diterik matahari  terjadilah percakapan antara pedagang
Pedagang         :Sawo, salak, sepet, sikat.
Lewatlah calon mahasiswa baru bersama keluarganya datang dan bertanya sang ayah kepada salah satu pedagang menanyakan letak kampus.
Ayah                : Dek , tau kampus stain tidak (dengan suara lantang)
Pedagang         : (dengan penuh ketakutan ) ngertos pak ting mriko panjenengan lurus mawon :mengkeenten wande, namine jusi mart panjenengan belok kanan , ngih mriku stain metro.
Ayah                : Bilang dari tadi ngomong aja belepotan.( sembari meninggalkan tukang tahu bulat)
Pedagang         : wong kae ki,  mau tekon, opo malaki to, tekon kok bentak-bentak.
Sang ayah pergi berlalu bersama keluarganya pergi menuju kampus. Namun di perjalanan mereka diganggu  oleh sekawanan penjahat.
Penjahat           : Cewekkk!!! Mau kemana buru-buru amat? Abang anter mau?
Anak                : apa sih sok kenal!  ( dengan judesnya)
Bapak              : Ga usah ganggu-ganggu anak saya, dasar pemuda-pemuda madesu. ( dengan wajah :songong)
Penjahat           : Songong ni orang tua. Udah kita apain mreka(sembari menodong sang bapak)
Teman preman” habisin aja bos
Ibu                   : yah ayah tolong-tolong ( terjadi pertikaian antara ayah dan preman).
Lewat lah sekawanan anak pramuka yang ingin brangkat latihan pramuka, dan melihat ada pertikaian dari kejauhan.
Pramuka          :stop-stop....  ada apa, kok ribut-ribut..
Preman            ; gak usah ikut campur lo.
Pramuka          ; maaf  bang bukan nya kami ingin ikut campur apa tidak sebaiknya . kita bicarakan dengan baik-baik.
Preman            :kok lo malah ngelunjak. Kalian brani lawan kami?
Pramuka          :kami tidak takut tapi sebaiknya kita bicarakan baik-baik.
Preman            : Dah lo pergi aja dari pada ntar lo nangis. ( :seraya mengancam)
Pramuka          :maaf  kami tidak  takut dengan pemuda seperti kalian.
Penjahat           :ohhhh kalian nantangin kami. Oke maju kalau gitu. (seraya menyerang sekawanan preman)
Terjadilah pertikaian hebat antara pramuka dengan kawanan penjahat. Hingga akhirnya pertarungan dimenangkan oleh kawanan pramuka.
Pramuka          : adx ga papa kan ?( seraya mengulurkan tangan untuk membantu berdiri gadis cantik sambil tersenyum)
Anak                : trimakasih ya. Kamu hebat , kamu baik-baik sajakan. (seraya memandang kagum dan terpesona)
Ibu                   :nak kamu baik-baik saja kan. (Sabmil bertindak kuatir).
Anak                ‘ iya bu saya baik- baik saja
Pramuka          :( melihat bapak dan pergi menolongnya.)” bapak tidak papa.?
Bapak              : iya nak . bapak  tidak papa
Pramuka          : Maaf pak kalau kami boleh tau bapak hendak pergi kemana? Mungkin kami bisa membantu?
Bapak              : begini nak bapak ingin mengantar anak bapak ke STAIN. (berkata dengan suara yang lantang)
Pramuka          : owh begitu, mari kami antar pak.
Bapak              : kenapa tidak dari tadi kamu datang menolong nak kan begini lebih mudah ( sambil tersenyum bangga)
Dan akhirnya keluarga tadi diantar oleh sekawanan anak-anak pramuka. Untuk menuju kampus.
Pramuka          : nah ini pak kampus STAIN tercinta kami .kalau bapak ingin mendaftarkan anak bapak di situ tempatnya.
Ibu                   : trimakasih ya nak atas bantuanya.
Bapak              : trimakasih ya, kini kami sekeluarga bisa sampai berkat bantuan kalian.
Pramuka          : iya pak sudah seharusnya kami menolong, saat yang lain butuh bantuan. Kalau begitu kami mohon maaf, hanya bisa membantu sampai disini. Dan kami akan melanjutkan latihan.
Bapak              : iya nak trimakasih, hati-hati dijalan.
Berlalulah kawanan pramuka pergi namun ditengah jalan mereka bertemu kembali dengan kawanan penjahat, dan mereka pun meminta maaf pada anak pramuka mereka pun menyampaikan pada anak pramuka bahwa mereka bangga.
Preman            :woy kalian sini-sini.
Pramuka          : ada apa bang ? maaf soal yang tadi kami hanya menjalankan apa ang harus dilakukan , jadi kami semua meminta maaf.
Preman            : owhhh ia tidak papa , kami juga minta maaf tak seharusna kami seperti itu, kami bangga dengan anak-anak pramuka , masih muda seperti kalian tapi punya jiwa patriot. Kami berharap semua pemuda bisa seperti kalian,. ( merekapun bersalaman, dan berpelukan. Semua damai dan saling memaafkan.
Pesan budaa yang disampaikan adalah walau kita beda bahasa beda suku beda prilaku, namun kita hidup dalam satu tanah satu air yang terwadah dalam nama indonesia dan persatuan bhineka tunggal ika.

No comments:

Post a Comment